Menurut penulis bahwa setiap pemahaman terhadap agama, organisasi, aturan, hukum dan politik selalu memakai metode berfikir yang bersifat rasionalisme, namun kebenaran dapat diperoleh bukan hanya dengan berfikir saja, bahkan memerlukan uji coba "verifikasi", pengalaman, kenyataan atau melakukan perilaku yang dijadikan sebagai prinsip hidup di masyarakat secara keseluruhan tanpa memandang suku, ras dan perbedaan diantara setiap manusia.
Ketika melihat realitas kehidupan manusia sering ditemukan perbedaan prinsip diantara yang lain, sehingga menjadi gejolak kerusakan, peperangan, permusuhan, pertikaian dan caci maki. Kalau menelusuri realitas tiada kebenaran yang dimiliki oleh setiap manusia karena kebenaran yang benar hanya milik tuhan semata, sedangkan manusia dapat memperkirakan pandangan paradigma berfikir mereka sehingga terjadi peradaban yang lahir dari paradigma pemikiran masyarakat di seluruh dunia.
Mungkin pandangan pemikiran merupakan bagian dari proses penelusuran untuk memperoleh kebenaran walau ada sedikit perbedaan diantara setiap pemikir tetapi sesuai dengan aturan kerja rasio yang disertai dengan pemeliharaan prinsip kebenaran yang dimiliki oleh setiap manusia tanpa memandang kelompok yang terkait. Kalau memandang sebuah kelompok diantara setiap manusia pasti ada bagian yang tidak sesuai dan memerlukan kompromi agar keberlangsungan kehidupan tiada pertengkaran, kerusakan, peperangan dan penghinaan diantara setiap manusia.
No comments:
Post a Comment